6 Tanda Keputihan Yang Berbahaya Bagi Wanita

Abejet.com Р6 Tanda Keputihan Yang Berbahaya Bagi Wanita. Keputihan yang terjadi pada setiap wanita sebenarnya adalah hal yang wajar, terutama pada wanita yang telah memasuki usia subur.

Tetapi, apabila terjadi perubahan warna dan memiliki bau yang tidak sedap, maka bersegeralah untuk menanganinya secara cepat, karena keputihan tersebut adalah keputihan yang berbahaya.

Keputihan atau cairan yang asalnya dari kelenjar di dalam vagina dan leher rahim itu ternyata mempunyai manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh wanita.

Ya, sebab keputihan tersebut berfungsi membawa keluar bakteri dan sel-sel mati dari dalam tubuh.

Tujuannya yaitu untuk membantu mencegah terjadinya infeksi pada vagina, serta menjaga agar tetap bersih.

Keputihan Normal

Bagi wanita yang belum memasuki masa menopause, keluarnya lendir keputihan berwarna bening dan tidak berbau sekitar setengah sendok atau sampai satu sendok teh setiap hari adalah sesuatu hal yang normal.

Akan tetapi, banyak dan kentalnya keputihan pada setiap masing-masing wanita juga berbeda-beda.

Pada waktu-waktu tertentu biasanya keputihan akan lebih kental, misalnya pada saat ovulasi, selama menyusui, ketika gairah seksual muncul, saat hamil, ketika menggunakan alat kontrasepsi, dan satu minggu sebelum menstruasi.

Keputihan Tidak Normal

Salah satu masalah kesehatan yang biasanya membuat para wanita khawatir adalah keputihan.

Tetapi harus diingat, bahwa keputihan bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit.

Keputihan patologis yang disebabkan infeksi biasanya berasal dari peradangan pada vagina yang disebut vaginitis.

Penyebab infeksi tersebut juga beragam, mulai dari golongan bakteri, virus, jamur, parasit.

Anda dapat mengenali penyakit yang mungkin sedang diderita dari 6 tanda keputihan yang berbahaya bagi wanita berikut ini:

6 Tanda Keputihan Yang Berbahaya Bagi Wanita, Apa Saja?

  1. Infeksi jamur. Ciri-cirinya, keputihan kental berwarna putih disertai dengan rasa gatal, bengkak, dan rasa sakit di sekitar vulva. Selain itu, ketika berhubungan seksual vagina akan terasa sakit.
  2. Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan kanker serviks dan kanker endometrium. Tiga kondisi tersebut menyebabkan keputihan berwarna cokelat atau merah yang disertai nyeri panggul dan perdarahan pada vagina.
  3. Vaginosis bakteri, yaitu infeksi ringan pada vagina yang disebabkan oleh bakteri yang merugikan (patogen). Penyakit ini bisa membuat keputihan berubah warna menjadi putih, abu-abu, atau kuning yang disertai dengan bau amis, gatal atau perih, kemerahan, dan pembengkakan pada vagina, atau vulva.
  4. Penumpahan lapisan rahim setelah melahirkan (lokia). Kondisi ini membuat keputihan berubah warna menjadi merah muda.
  5. Trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh organisme kecil bernama Trichomonas vaginalis. Penyakit ini membuat keputihan menjadi berwarna kuning atau kehijauan, berbusa, dan berbau tidak sedap. Trikomoniasis juga membuat vagina menjadi gatal dan nyeri saat buang air kecil.
  6. Penyakit seksual menular (Trikomoniasis) ini menimbulkan keputihan berwarna kuning atau keruh yang disertai nyeri panggul, perdarahan diluar siklus haid, dan keluarnya urine tanpa disadari.

Cara Membersihkan Vagina Secara Benar

Keputihan juga merupakan cara tubuh melindungi vagina dan sekitarnya.

Berikut adalah cara membersihkan vagina secara benar yaitu cukup dengan menggunakan air hangat dan sabun yang tidak mengandung bahan-bahan keras menyebabkan iritasi kulit.

Selain itu, bersihkan vagina dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus berpindah ke daerah vagina.

Jika Anda sedang mengalami 6 tanda keputihan yang berbahaya bagi wanita seperti di atas, maka sangat baik jika segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang cepat dan tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *